Sabtu, 31 Maret 2012

Perbedaan Antara Menyegerakan dan Tergesa-gesa Dalam Pernikahan

Bismillahirrahmanirrahiim . . .

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh kawan . . .

Perbedaan Antara Menyegerakan dan Tergesa-gesa Dalam Pernikahan, begitulah kira-kira topik sulaman kearifan yang bersumber dari buku "Kado Pernikahan" dalam kesempatan kali ini, kawan . . .


Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa salah satu perkara yang perlu disegerakan adalah menikah. Begitu Islam mengajarkan. Menyegerakan bagi seorang laki-laki yang telah mencapai ba'ah adalah dengan segera meminang wanita baik-baik yang ia mantap dengannya. Ia mendatangi orang tua wanita tersebut dengan menjaga adab sambil membersihkan niat.

Selasa, 27 Maret 2012

Urwah Bin Az-Zubair


Bismillahirrahmanirrahiim . . .

“Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat ‘Urwah bin az-Zubair” (Abdul Malik bin Marwan) 

Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar tabi’in mulai berthawaf di sekeliling Ka’bah, mengharumkan suasana dengan pekikan tahlil dan takbir dan memenuhi hamparan dengan do’a-do’a kebaikan.

Dan tatkala orang-orang membuat lingkaran per-kelompok di sekitar Ka’bah nan agung, yang berdiri kokoh di tengah Baitul Haram dalam kondisi yang berwibawa dan agung. Mereka memenuhi pandangan dengan keindahannya yang memikat, dan memoderator pembicaraan-pembicaraan di antara mereka tanpa keisengan dan perkataan dosa.

Di dekat Rukun Yamani, duduklah empat orang pemuda yang masih remaja dan terhormat nasabnya serta berbaju harum seakan-akan mereka bagaikan merpati-merpati masjid, berbaju mengkilat dan membuat hati jinak karenanya.

Sabtu, 24 Maret 2012

Putra Khalifah Harun Ar Rasyid

Bismillahirrahmanirrahiim . . .

Khalifah Harun Ar Rasyid radhiyallahu 'anhu mempunyai seorang putra sekitar enam belas tahun. Ia sering bergaul dengan para ahli zuhud dan tokoh-tokoh agama pada masa itu. Ia sering mengunjungi tanah kuburan, duduk di tepi kubur dan berkata, "Ada masanya ketika kamu tinggal di dunia ini dan kamu sebagai tuannya, tetapi ternyata dunia tidak melindungimu dan nasibmu berakhir di kubur. Seandainya aku tahu apa yang engkau alami sekarang ini, tentu aku ingin mengetahui apa yang kamu katakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepadamu."
Ia sering membaca syair :
Pemakaman menakutkanku setiap hari dan ratapan wanita-wanita yang berduka cita membuatku sedih.