Bismillahirrahmanirrahiim . . . Sosoknya tak dapat dilepaskan sebagai tokoh yang paling giat menerapkan prinsip egaliter, kesetaraan dalam hal membelanjakan harta di jalan Allah. Ditentangnya semua orang yang cenderung memupuk harta untuk kepentingan pribadi, termasuk sahabat-sahabatnya sendiri.
Dukungannya kepada
semangat solidaritas sosial, kepedulian kalangan berpunya kepada kaum
miskin, bukan hanya dalam ucapan. Seluruh sikap hidupnya ia tunjukkan
kepada upaya penumbuhan semangat tersebut.
Sikap wara’ dan zuhud
selalu jadi perilaku hidupnya. Sikapnya inilah yang dipuji Rasulullah
SAW. Saat Rasul akan berpulang, Abu Dzar dipanggilnya. Sambil memeluk
Abu Dzar, Nabi berkata “Abu Dzar akan tetap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nanti.” Ucapan Nabi ternyata benar. Hingga akhir hayatnya kemudian, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan dan sangat saleh.

